Wednesday, February 20, 2008
Friday, February 8, 2008
lagi-lagi tentang cuti bersama
lagi2 menpan mengubah cuti bersama dengan mendadak (2 hari sebelum hari H). padahal, cuti bersamanya sangat strategis, membuat very long weekend, 4 hari libur pada tanggal 7-10 februari.
bukan nyesel gak jadi libur.. (nyesel juga si.. tp dikit.. :D), bukannya kesenengan libur, males, nggak produktif dan sebagainya...
tapi, plin-plannya itu lho... mendadaknya itu lho... bikin senewen. bayangin, mereka kan yg ngurusin negara ini, masa plinplan & ga berpikir panjang... (sekarang, setelah 2 kali kejadian, baru bisa ngeyakinin temen, klo menpan tu emang bego :D)
padahal, kritik terhadap kebijakan cuti bersama sudah banyak dsampaikan, kenapa baru sekarang direspon? apa karena terakhir yang ngeritik APINDO (asosiasi pengusaha indonesia)? para pemodal yg perlu ditanngapi dan dipenuhi keinginannya? well, i dont know...
walhasil, beginilah akhirnya........ hari jumat, 8 februari 2008, di kantor cuma 5 orang yg dateng dari 15 orang, ruang2 pada kosong, jam 5 kantor udah sepi... hhhhhh.........
(akhirnya nulis blog aja.... :P)
Friday, February 1, 2008
1 februari 2008
kalau banjir tahunan, biasalah..
kalau rumah yg sama selalu kebajiran tiap tahun, biasa juaga...
walaupun sebenernya itu menandakan ketidakberesan di banyak hal, tetapi hal itu bisa disebut biasa di indonesia (seperti banyak ketidakberesan lainnya)
tapi, kalau banjir pada tanggal yg sama berulang? Nah!!!
tepat 1 februari 2007, banjir menyapa (cie... bahasanya, menyapa!!) kos ku, dan datang lagi 2 hari kemudian (lihat postingan banjir tahun lalu, dengan foto2 yg heboh)
Nah, 1 februari 2008, banjir kembali mengunjungi... (udah ga menyapa lagi)
Heran!!! kok bisa terulang pada tanggal yg sama?
emangnya petugas yg bagi2 hujan bawa kalender ya?
belum tahu kondisi kos sih...
baru dapet informasi dari temen kos, klo banjir nyampe 20 cm
ntung anak kos pada baek, ngangkutin barang2 yg di lantai ke atas lemari, biar ga basah
Padahal udah optimis klo banjir di kos dateng cuma tiap 5 tahun
semoga banjir hari ini cepet surut
semoga besok ga dateng lagi
semoga frekuensi 5 tahunan ga berubah jadi 1 tahunan....
hhhhh...... siap2 bersih2 ntar malem....
ps: bagi yg ingin memberikan bantuan bagi korban banjir, akan diterima dengan senang hati
kalau ngirim indomie, harap indomie goreng ajah
dengan tidak mengurangi rasa hormat, tidak menerima karangan bunga
sumbangan dalam bentuk 'raw material' (terjemahan dari 'mentahan') bisa langsung dikirim ke rekening aja.. :D
Monday, January 28, 2008
hari-hari seindah lukisan
bagai pohon bertunas impian"
(ikan laut - musisi jalanan feat. gigi)
udah agak lama dengerin lagunya musisi jalanan feat. gigi, dan tertarik ama liriknya yang unik.
bandingkan dengan lirik2 lagu band2 indonesia lainnya yg ngetop saat ini (dan lihat betapa membosankan sebagian besar lirik2 lagu mereka)
dan yang paling menarik adalah optimisme yang ada di lagu itu. para musisi jalanan menyebut hari-hari mereka sebagai 'hari-hari seindah lukisan...'
apa karena lagu ini diciptakan setelah para musisi jalanan ini mendapat kontrak rekaman? entahlah... tapi, tidak banyak orang bisa seoptimis itu, terutama pada hari-hari ini.
hmmm.... banyak yg bisa dipelajari dari para musisi jalanan ini, dan semoga 'feel' itu bisa menular.. :D
seperti kata napoleon, optimisme tidak selalu menghasilkan keberhasilan, tapi yang pasti pesimisme mendatangkan kegagalan
so, pesan moralnya.... well, tahu sendirilah... hehe...
ps: baru sadar, 2 posting terakhir isinya lirik lagu semua...
lirik lengkap:
IKAN LAUT
(musisi jalanan feat. gigi)
Cepat-cepat kau buka s’patu mu,
lekas-lekas kau buka baju mu,
cepet-cepat larilah pada ku,
mari-mari berenang dengan ku.
Lihat-lihat perahu layar laju,
burung-burung putih terbang jauh,
buih laut seindah bunga melati,
bagai tempat mandi bidadari
Gelombang beriring,
angin laut membelai seakan, merayu~.
Gemercik dan bening,
ikan laut pun menari dibawah, lengan ku
Hari-hari seindah lukisan,
bagai pohon bertunas impian,
jangan-janganlah kita lepaskan,
buruk kenangan dalam lukisan
Janganlah kau ragu,
menyelamlah lalu berpelukan, dengan ku~
Tiada yang tahu,
ikan laut pun pasti lari karena malu
Cepat-cepat larilah pada ku,
mari-marilah kita bercumbu,
telah lama ku rindukan s’lalu,
bermesraan dalam laut biru.
Wednesday, January 2, 2008
SEPERTI
Bagaikan mendung, bagaikan sinar pelangi
Bicaralah... bicaralah semaunya
Atau marah... jangan diam
Tertawalah, ku ajak kamu ke awan
Punguti bintang lalu jadikan hiasan
Bicaralah... bicaralah semaunya
Atau marah... jangan diam
Nggak perlu mimpi
Nggak pakai janji
Nggak ada kecewa
Nggak ada yang dirugikan
Seperti cinta, seperti getar disini
Seperti api, seperti apa sajalah
Seperti air, seperti sakit yang hilang
Seperti asa, seperti yang diinginkan
Khayalkanlah aku maumu
Khayalkanlah sesukamu
(by Plastik)
Setelah lama dicari, akhirnya ketemu juga. Lagu 'Seperti' nya Plastik.
Band asyik dengan lagu2 keren. Satu2nya band rock yang pernah diundang Jakjazz. Setelah denger lagu2nya, jadi maklum kenapa Jakjazz ngundang. Ada sentuhan jazz di lagu2nya.
Sayangnya cuma sempet bikin 2 album aja, terus bubar. Dan lagu ini, dengan lirik yg keren, adalah salah satu lagu paling enak buat didengerin...
Tuesday, January 1, 2008
AUDE SAPERE
Ada 2 hal penting di sini. Pertama: kebebasan individu. Individu memiliki kebebasan dalam menjalankan hidupnya, tentu saja dengan kesiapan untuk menerima segala konsekuensinya. Kedua: Landasan kepada rasio. Dengan berlandaskan kepada rasio, individu memahami segala konsekuensi2 dari tindakan yg diperbuatnya.
Mungkin terdengar akan mengarah kepada chaos. Tetapi, dengan adanya keyakinan terhadap adanya hakekat kemanusiaan yang universal, maka tindakan2 dan pemikiran2 oleh individu2 yang berlainan tersebut, walaupun akan bervariasi, tetapi dapat ditarik benang merah yang sama, sehingga tidak menimbulkan chaos.
Aude Sapere ini menjadi kata kunci renaisance yang dimulai di perancis, dan kemudian merambah ke seluruh dunia. Prinsip ini mengubah pola pemikiran manusia terhadap alam dan terutama kepada lembaga keagamaan (di eropa). Dan pada akhirnya mengubah wajah dunia, dengan segala positif-negatifnya.
Dalam versi kelamnya, Satre menulis ‘manusia dikutuk untuk bebas’. Dikutuk atau tidak, manusia dilahirkan dengan memiliki kebebasan untuk memilih, dan bertanggung jawab terhadap konsekuensi2 atas pilihannya tersebut. Dan sudah seharusnya bahwa pilihan2 tersebut didasarkan pada rasio masing-masing individu. Toh, Tuhan sudah menciptakan akal pada masing-masing manusia, dengan segala ke-bhineka-annya dan sekaligus ke-eka-annya. Surga-neraka, bukannya itu sebuah konsekuensi dari kebebasan manusia? Dan kita dilahirkan bukan sebagai malaikat, setan, tumbuhan atau binatang. Kita dilahirkan sebagai manusia.
Untuk beberapa orang, memperoleh tanggung jawab kebebasan memilih dengan akal merupakan hal yang menakutkan. Mereka mencampakkan akal mereka untuk berpikir dan mengambil akal orang lain untuk menghela dirinya. Mereka takut untuk menggunakan akal mereka. Mereka takut terhadap pemikiran-pemikiran bebas mereka sendiri. Atau, pada sebagian lainnya, mereka membiarkan orang lain untuk menentukan keputusan-keputusan dalam hidup mereka. Mereka tidak mau menentukan pilihan dalam menjalani hidup. Mungkin mereka takut untuk menerima konsekuensi-konsekuensi dari keputusan mereka.
Mempraktekan aude sapere memang seperti tersesat sendirian di dalam hutan tanpa peta dan hanya dengan berbekal kompas akal kita, yang bahkan kita sendiri tidak yakin kebenarannya. Tetapi, bahkan ketika kita akan mengikuti peta yang kita peroleh dari orang lain, atau mengikuti jejak orang yang lewat sebelumnya, akal kita harus terus diaktifkan untuk terus mengkritisi kebenaran peta atau jejak itu.
Toh kita hidup di bawah matahari yang sama. Menurut kebijakan cina kuno, dia yang bergerak menuju cahaya tidak memerlukan kerlip dupa. Yang diperlukan hanyalah ‘mata’ - yang dimiliki oleh semua orang - untuk melihat cahaya, dan kemauan untuk berjalan ke arah sana. Tercapai atau tidaknya sendiri tidak pernah menjadi hal penting. Karena perjalanan ini sendiri merupakan perjalanan yg tidak pernah berakhir, sejak jaman purba hingga nanti.
Hal ini berdasarkan keyakinan akan kemungkinan manusia untuk benar dan salah, siapapun itu. Sesuai dengan konsep manusia dalam hampir seluruh agama, manusia adalah sebuah potensi, dan mengabaikan potensi itu dengan mematikan akal atau dengan membuang hak untuk menentukan keputusan berdasarkan pilihan bebas, adalah mensia-siakan anugerah Tuhan dan mensia-siakan kemanusian itu sendiri.
(setelah membaca kembali Dunia Sophie-nya Jostein Gaarder)
hari dengan 7 cangkir kopi
hari itu adalah hari dimana aku minum 7 cangkir kopi dalam 1 hari
bukan untuk mengundang insomnia, tapi amnesia
dan yang dicari tak datang juga
